Finance

Mari Berkenalan Dengan 6 Prinsip Dalam Asuransi yang Perlu Anda Pelajari

Masih belum banyak orang yang mengerti pentingnya mengetahui prinsip dalam asuransi. Sehingga ada banyak kebingungan dan berakibat salah memilih jenis asuransi yang tepat.

6 Prinsip dalam Asuransi yang Perlu Diketahui

Walaupun memiliki banyak kelebihan, masih banyak orang yang tidak memahami Asuransi dan manfaat yang bisa didapat. Hal ini karena kurangnya informasi tentang fungsi dan prinsip asuransi. Berikut adalah 6 prinsip asuransi yang perlu diketahui semua orang:

Kepentingan

Prinsip kepentingan mengacu pada kepentingan antara objek yang diasuransikan dengan pihak penanggung asuransi. Sebagai contoh, pemain sepakbola kenamaan David Beckham mengasuransikan kedua kakinya sejumlah lebih dari $150 juta di tahun 2006. Cristiano Ronaldo yang juga melakukan hal yang sama ketika masih bermain di Real Madrid.

Beckham dan Ronaldo menganggap kedua kakinya sebagai hal yang penting. Dan untuk melindungi kaki yang juga aset mereka, asuransi menjadi pilihan utama.

Itikad Baik

Prinsip dalam asuransi berikutnya adalah itikad baik. Artinya, asuransi mengharuskan perjanjian untuk dilandasi dengan itikad baik untuk kebaikan bersama. Karena itu, harus ada kejujuran dari pihak penanggung.

Untuk memastikan prinsip ini dilaksanakan, pihak asuransi sering meminta penanggung untuk melakukan tes sebagai bukti. Sebagai contoh, pihak penanggung asuransi mobil akan diminta untuk menunjukkan bahwa mobil tersebut dalam keadaan baik ketika di asuransikan.

Penyebab Utama

Prinsip ini penting bagi pihak asuransi untuk mengetahui penyebab utama kejadian. Seringkali, klaim asuransi gagal dilakukan karena tidak diketahui penyebab utama kejadian atau proximate cause.

Sebagai contoh, seorang pemilik mobil terlibat kecelakaan di jalan tol dengan beberapa mobil lainnya. Sebelum mengambil klaim asuransi atas mobilnya, ia perlu memberikan keterangan pasti tentang kejadian kecelakaan. Terutama jika ia menjadi salah satu korban.

Pihak asuransi akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan dan mengambil data rekam medis pemilik mobil. Jika memang ia korban seperti pada klaim, maka asuransi akan dapat dibayarkan.

Ganti Rugi

Prinsip dalam asuransi ini berhubungan dengan penggantian kerugian pada pihak yang berhak. Perlu diingat bahwa pembayaran asuransi tidak akan melebihi nilai polis. Karena itu, pembayaran ganti rugi bisa jadi kurang dari nilai polis, tetapi tidak akan lebih besar dari nilai tersebut.

Perusahaan asuransi memiliki beberapa cara pembayaran ganti rugi sesuai dengan polis yang diambil. Sebagai contoh, asuransi jiwa akan memberikan ganti rugi dalam bentuk uang tunai. Sedangkan, asuransi kesehatan akan mengganti biaya rumah sakit sesuai dengan tagihan yang diberikan.

Aturan untuk prinsip ini tertuang di dalam kontrak asuransi, termasuk dengan tata cara klaim asuransi. Yang pasti, prinsip ini juga diatur pada Kitab Undang-Undang Hukum Dagang Pasal 252, 253, dan 278.

Perwalian

Setelah pihak asuransi membayarkan hak pemegang polis, mereka mengambil alih hak perwalian atau subrogate ini. Hak ini berarti perusahaan asuransi bisa menuntut atau mencari tahu penyebab kejadian yang utama. Akan tetapi, prinsip ini tidak serta-merta terjadi atau selalu dilakukan oleh pihak asuransi.

Sebagai contoh, seorang pengusaha yang memiliki toko di pasar milik daerah mengasuransikan toko tersebut. Ketika terjadi kebakaran karena adanya arus hubungan pendek, pihak asuransi harus membayarkan ganti rugi kepada pemilik toko. Lalu, mereka berhak menuntut pemerintah daerah sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Kontribusi

Karena berhubungan dengan uang, prinsip dalam asuransi yang terakhir ini sering di salah artikan. Padahal, prinsip kontribusi berarti ada pembagian jumlah pembayaran polis kepada pihak wali.

Sebagai contoh, seorang pengusaha mengasuransikan usahanya senilai Rp. 250 juta ke dua polis asuransi yang berbeda. Ketika ada kerugian, kedua polis asuransi tersebut akan membagi rata premi yang dibayarkan. Jadi, pengusaha tersebut akan tetap menerima jumlah Rp. 250 juta sesuai nilai asuransi yang dimiliki.

Jika salah satu polis dimiliki lebih lama, maka pembagian akan memperhitungkan jumlah polis yang sudah dibayarkan. Pembagian ini agar pihak penanggung dan peserta polis sama-sama di untungkan.

Pintar Memilih Asuransi

Pada dasarnya, asuransi mirip dengan investasi berjangka. Perbedaannya adalah asuransi memberikan kelebihan berupa perlindungan atas hal yang tidak diduga.

Walau demikian, perlu untuk memahami jenis asuransi yang ditawarkan. Hal ini untuk menghindari kesalahan dalam memilih jenis polis ataupun kurang memahami perlindungan apa saja yang diberikan.

Sebagai contoh, beberapa polis kesehatan tidak melindungi penyakit tertentu. Dan polis untuk ibu hamil pun harus dimiliki setidaknya satu tahun sebelum kehamilan. Hal-hal kecil seperti ini lah yang bisa menyebabkan asuransi Anda jadi sia-sia.

Setelah mengenal prinsip dalam asuransi, Anda bisa lebih cerdas dan memperhatikan isi kontrak asuransi dengan lebih teliti. Tidak ada salahnya untuk bertanya kepada agen tentang hal yang masih belum dimengerti, termasuk jangka waktu polis dan ketentuan penalti.

Related Posts